Baru-baru ini Golkar melakukan gebrakan yang luar biasa dengan menggandeng Wiranto untuk maju sebagai capres-cawapres pada pertarungan mempebutkan singgasana RI-1. Satu langkah baru ditengah sikap pesimis masyarakat, pakar politik, maupun pengurus internal. Bagaimana tidak, sampai pada detik-detik akhir di bulan April belum satupun partai yang berhasil diajak untuk berkoalisi. Setelah gagal dengan Demokrat, Golkar berusaha merapat dengan PDIP dengan ambisi membawa Jusuf Kalla menjadi Capres didampingi oleh Megawati…ya ga bisalah, soalnya dari awal PDIP sudah berkoar-koar untuk mengusung nama Megawati sebagai capres, makanya PDIP gencar banget melakukan pendekatan dengan partai-partai kecil berpotensi seperti Gerindra dan Hanura. Sedangkan di pihak lain Demokrat sudah didekati oleh partai-partai religious seperti PAN dan PKS. Nah secara otomatis peluang Golkar untuk ikut dalam pilpres semakin tipis.
Akan tetapi bukan Golkar kalau tidak bisa mencari celah untuk tetap maju dalam pilpres. Upaya mengejutkan dengan melakukan koalisi besar dengan PDIP dimana salah satu syaratnya adalah siapa yang kalah dalam pertarungan diharuskan mendukung pasangan lainnya yang menang. Ini berarti secara hitung-hitungan partai Demokrat akan mengalami kesulitan mengumpulkan suara. Apabila mengacu pada data hasil pemilihan Legislatif, maka koalisi besar PDIP dan golkar berpeluang mendulang sekitar 30-45 %, sedangkan koalisi Demokrat berpeluang sekitar 35%. Hal ini justru membuat suara yang selama ini membela partai-partai gurem atau partai kecil sebagai penentu ke depan. Beginilah yang namanya politik, tidak semua hal ditentukan oleh partai besar. Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya, yang jelas Demokrat punya pekerjaan rumah yang begitu besar antara lain mencuri suara dari partai-partai kecil dan melakukan lobi untuk menggoyang koalisi Golkar-Hanura dengan memanfaatkan ambisi Jusuf Kalla.
Sosok Jusuf Kalla menjadi sangat vital di tubuh golkar. Guna memenuhi ambisi Jusuf Kalla, Golkar rela melepas peluang untuk meduduki kursi RI-2. Paling tidak ada beberapa nama dari golkar yang apabila diajukan menjadi pendamping SBY berpeluang mendulang suara yang sangat besar. Ambisi dan keinginan untuk terlibat di pemerintahan inilah yang nantinya dapat dijadikan modal lobi oleh partai Demokrat. Menurutku koalisi besar PDIP dan Golkar hanyalah langkah guna memenuhi ambisi Jusuf Kalla. Kalau hanya untuk menjaga peluang di pemerintahan logikanya koalisi dengan Demokrat akan lebih menguntungkan. Kesimpulannya apapun yang dilakukan Golkar sampai saat ini bukan untuk menang tapi untuk Jusuf Kalla. Tetapi sekali lagi yang namanya politik sulit untuk di tebak…so tunggu saja perkembangan berikutnya.
Sumber: http://adolflsms.wordpress.com/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Selamat Datang Para Pecinta POKERS MANIA.
BalasHapusBinngung Cari WEBSITE Yang Bisa Buat Anda Mendadak Jadi Jutawan..?? Kenapa Tidak Di Coba Saja Di Jagodomino,com !!!
Sudah Terjamin FAIR PLAY 100% MEMBER VS MEMBER
Menyediakan Beberapa Meja MAS, CS Yang CANTIK DAN RAMAH , PELAYANAN CEPAT DAN MEMUASKAN
Mau Menang Dengan Mudah? Main Disini Aja!
Persentase Kemenangan Lebih Besar!
Silahkan Di UJI Kemampuan Bermain KARTU Hanya Di Website
Jagodomino,com ???
Info lebih lanjut silahkan hubungi CS 24/7 melalui :
* LIVECHAT Jago188(dot)net
* PIN BBM : jago288
* WA : +855964380085
* LINE : Jago288
Salam Jackpot Jagodomino